PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KLIEN ISOLASI SOSIAL DI RUANG GELATIK RS JIWA PROF HB SA’ANIN PADANG TAHUN 2011

SURYA, EFENDI (2011) PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KLIEN ISOLASI SOSIAL DI RUANG GELATIK RS JIWA PROF HB SA’ANIN PADANG TAHUN 2011. Penelitian, Fakultas Keperawatan.

[img]
Preview
Text (PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI (TAKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KLIEN ISOLASI SOSIAL DI RUANG GELATIK RS JIWA PROF HB SA’ANIN PADANG TAHUN 2011)
PENGARUH%20PEMBERIAN%20TERAPI%20AKTIVITAS%20KELOMPOK%20%20SOSIALISASI%20%28TAKS%29%20TERHADAP%20PERUBAHAN%20PERILAKU%20KLIEN%20ISOLASI%20SOSIAL%20DI%20RUANG%20GELATIK.pdf

Download (95kB) | Preview

Abstract

Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Individu dalam situasi seperti ini harus diarahkan pada respon perilaku dan interaksi sosial yang optimal melalui asuhan keperawatan yang komprehensif dan terus menerus disertai dengan terapi-terapi modalitas seperti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) yang salah satunya adalah Terapi Aktivitas Kelompok : Sosialisasi (TAKS). Perawat ruang Gelatik RS. Jiwa Prof. HB. Sa’anin Padang melaksanakan TAKS sesuai dengan prosedur, tapi belum sepenuhnya memperhatikan indikasi untuk pasien yang sudah bisa diikutsertakan dalam kegiatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok : Sosialisasi (TAKS) terhadap Perubahan Perilaku Klien Isolasi Sosial di Ruang Gelatik RS Jiwa Prof HB Sa’anin Padang. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Objek dalam penelitian ini adalah klien isolasi sosial. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 10 orang. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Klien isolasi sosial dilakukan pretest terlebih dahulu sebelum diberikan TAKS, kemudian dilakukan posttest. Adapun nilai rata-rata pretest 31,5 dan nilai rata-rata posttest 40,1. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan perilaku isolasi sosial setelah diberikan TAKS. Data dianalisis menggunakan Uji Beda Dua Mean Dependen (Paired Sampel) dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik didapatkan p = 0,00 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna pada pemberian TAKS terhadap perubahan perilaku klien isolasi sosial. Diharapkan kepada perawat rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelaksanaan TAKS dengan memperhatikan indikasi klien yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan TAKS. Kemudian kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan teknik kualitatif. Kata kunci : Isolasi Sosial, TAKS

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Keperawatan
Depositing User: Operator Repo Unand
Date Deposited: 21 Mar 2016 05:22
Last Modified: 21 Mar 2016 05:22
URI: http://repo.unand.ac.id/id/eprint/350

Actions (login required)

View Item View Item